A Girl Named Monika

Monika di Wae Rebo

Monika Jakubčová, gadis Slowakia yang datang berlibur selama 10 hari ke Labuan Bajo. 
Cerita liburannya mungkin menjadi satu contoh betapa esok dan masa depan kadang menghadirkan kejutan yang seringkali di luar dugaan. “We never know what tomorrow might bring”, kata sebuah adagium.

Datang berencana untuk dive di Taman Nasional Komodo. Namun tiba di Labuan Bajo, ia disambut kabar buruk, “cuaca buruk dan otoritas pelabuhan tak mengizinkan kapal berlayar”.

Dua hari ia menghabiskan waktu jalan-jalan putar kota saja. Hari ketiga, belum ada kabar baik soal dive. Justru yang ada malah perpanjangan ‘marine notice’ dari pelabuhan, pemberitahuan cuaca buruk dan larangan berlayar.

Ia masih punya beberapa hari, namun ia mesti memiliki rencana B. Setelah dipikir-pikir, ia memutuskan untuk ke Wae Rebo. Trip dua hari satu malam. Bersyukur, sepulang dari Wae Rebo, cuaca membaik. Ia bisa dive selama 3 hari.

“Akhirnya, saya puas. Saya bisa dive disini, rencana kegiatan liburan utama saya”, komentarnya.

Kemarin, Jumat 01/02, jadwal flightnya ke Jakarta lalu Singapura, mengunjungi kawan baiknya sesama perawat sewaktu bekerja di sebuah RS di Arab Saudi. Namun sial baginya, pesawat Labuan Bajo-Jakarta kemarin sore batal terbang. Padahal ia dan seluruh penumpang lain sudah check in dan menunggu di gate untuk boarding.

Tiba-tiba ia mengirim pesan WA,

“I think this country doesn’t want me to leave 😮 Flight is delay, they don’t know how many hours because the plane is still in Bali 😔 so probably will miss the flight to Singapore 😬”.

Saya terkejut. Lalu saya balas,

“Sorry to hear that. What are you trying to do now? Still at the airport?”

“Yes sitting at the gate with many angry people 😂. Well, everything happens for a reason”, jawabnya.

Mungkin ia kesal tapi mencoba berdamai saja dengan keadaan. Bahwa segala sesuatu terjadi pasti ada alasan. Orang agama menyebut, selalu ada hikmah di setiap peristiwa.

Syukurlah, pihak maskapai menyediakan hotel untuk seluruh penumpang. Dan Monika, ia bisa saya ajak untuk datang ke acara “Labuan Bajo in Frame” di Kampung Ujung semalam, sebuah kegiatan pameran foto pesona dan keindahan Labuan Bajo hasil karya fotografer-fotografer lokal Labuan Bajo yang tergabung dalam Komunitas Fotografi Labuan Bajo (KFL). Diadakan secara bersama dengan Komunitas pemuda lintas agama (Pelita) Mabar. Foto-foto ini juga dilelang dan hasil lelangan untuk kegiatan sosial komunitas.

Di Pameran itu, ia membeli sebuah foto yang dicetak hitam putih, seorang Ibu yang duduk di jendela rumah.

Selain menikmati dan membeli foto, ia juga menikmati suasana berbaur dengan kawan-kawan dan warga lokal.

“You see, pesawat saya batal terbang, dan saya bisa menikmati kegiatan meriah ini dan jumpa teman-teman baru”, katanya tertawa.

Saya maklum, sebab saat jumpa pertama, ia mengenalkan diri, ” I am a traveller, not a tourist”. Tipe pejalan yang selalu menikmati perjalanan tanpa (keter)aturan dan lebih ingin merayakan alam, budaya, dan orang-orang lokal. Walau kemudian, kami membahas dan mendiskusikan panjang perbedaan traveler dan tourist ini.

Pagi ini, ia baru bisa terbang. 
Ia mengirim pesan,

“Boe, I’m sitting in the plane 😔”.

Saya memberi ucapan selamat terbang. Dan berharap segala kejutan yang ia jumpai di Labuan Bajo adalah bagian dari pengalaman perjalanannya.

“That’s why we have to enjoy life every single day. Tomorrow doesn’t have to come”, ia menjawab.

Have a safe flight, teruslah bepergian dan selalu merayakan setiap perjumpaan dan menikmati setiap kejutan-kejutan.

Labuan Bajo senantisa menunggu datangmu untuk sekali lagi di masa datang.

Yes, this is a story of traveler, a girl named Monika. Seorang gadis Slowakia, seorang perawat yang pernah bekerja di RS Arab Saudi dan Afghanistan, seorang putri dari Ibu yang selalu menanyakan kabarnya ketia ia bepergian sendirian. (*)

travel, enjoy, respect

sebagai pembuka, saya sertakan foto ini. Jon dan Jean, dua tamu saya dari Singapura, melakukan trip empat hari tiga malam di Taman Nasional Komodo, 15-18 Agustus 2019.

satu, dua, tiga….

burrrrrr……

sebuah ucapan selamat datang.

blog ini akan bercerita tentang perjalanan, bersama tamu-tamu saya, yang datang ke Labuan Bajo menikmati keindahan Taman Nasional Komodo dan alam Flores.

Selamat membaca!

Boe

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai